STANDAR MUTU MINIMAL LULUSAN TAFSIR HADIS

Jurusan tafsir hadis dengan segaala potensi yang ada berusah mewujudkan intelektual muslim yang propesionalitas. Minimal setalah menempuh pendidikan di jurusan Tafsir Hadis, lulusannya diharapkan memiliki kriteria dan kemampuan sebagai berikut.

1. Beriman, Bertaqwa dan Ber-Akhlaq Karimah serta Berkperibadian Islam

Alumni Jurusan Tafsir dan Hadis adalah orang mu’min – bukan hanya orang yang beriman – yakni 1. Percaya kepada Allah, 2. Percaya kepada keberadaan. a. Malaikat; b. Kitab-kitab; c. Para Rasul; d. Hari kemudian, dan e. Qadha dan Qadar.[1] Kepercayaan tersebut menuntut seseorang tunduk dan patuh kepada Allah dengan cara melaksanakan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya, yang dikenal dengan Taqwa. Dan dalam bertaqwa seseorang haruslah berakhlak yang mulia dalam rangka beribadah kepada-Nya. Ini dilakukan sebagai perwujudan ihsan – kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya dan jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.

Artinya Jurusan Tafsir dan Hadis sebagai bagian dari umat Islam memiliki rasa ke-Islam-an yang tinggi. Salah satu wujudnya adalah alumni merasa bangga terhadap kebudayaan Islam yang menjadi identitas pemeluknya. Kebanggaan ini sudah pasti memberikan motivasi bagi alumni untuk memiliki harga diri yang positif, bekerja keras dan berprestasi sebaik mungkin dengan keharuman Islam. Umat yang tidak memiliki identitas atau tidak bangga memilikinya akan menjadi terpuruk , sulit untuk menunjukkan eksistensinya dalam pergaulan dengan umat lain. Dengan rasa ke-Islam-an ini, alumni Jurusan Tafsir dan Hadis memiliki rasa solidaritas yang tinggi terhadap sesama umat Islam. Terhadap umat Islam lainnya, mereka satu keyakinan yang mempunyai tanggung jawab bersama untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan seluruh umat.

Dalam berkeagamaan di Indonesia, alumni Jurusan Tafsir dan Hadis menyadari adanya kebhinekaan – agama, etnis, kultur atau bahasa. Justru itu mereka akan berbuat baik dan berlaku adil dengan orang yang berbeda dengannya selama mereka tidak memerangi umat Islam dalam menjalankan agamanya dan mengusir mereka dari negerinya dan sebaliknya (Q.S. 60: 8-9).

2. Mengetahui Islam secara komprehensif dan ilmu bantu terkait[2]

Allah SWT mengutus Nabi Muhammad saw (untuk menyampaikan ajaran) sebagai rahmat bagi seluruh alam – bergerak maupun tidak. Justru itu, ajaran itu harus mencakup semua aspek kehidupan manusia, dengan kata lain ia memiliki banyak dimensi. Justru itu pemahaman yang luas dan lengkap untuk mengkaji ajaran Islam sangat diperlukan.

Ajaran Islam harus dipandang dari berbagai aspeknya agar para pemeluknya dapat melakukan penelitian (research) dan pengembangan (development) aktualisasinya. Karena pandangan dari salah satu aspek saja akan menghasilkan pemaknaan ajaran Islam yang parsial, sempit dan terkadang tidak sejalan dengan nilai universalitas Ajaran Islam. Sehingga ini akan memunculkan pemahaman yang keliru tentang Islam dan menyebabkan kesenjangan antara cita-cita ideal Islam dan realitas sosial. Akhirnya, aktualisasi ajaran Islam oleh pemeluknya tidak akan mampu menjawab persoalan yang dihadapi ummat.

Research and Development aktualisasi ajaran Islam harus dibantu oleh ilmu-ilmu bantu yang terkait, seperti ilmu alam dan ilmu sosial – sosioligi, antropologi dan psikologi – sehingga tidak terdapat pemahaman dikotomis – perbedaan antara ilmu agama dan ilmu non agama. Karena pemahaman yang komprehensif dan integral tentang ajaran Islam dapat diperoleh, antara lain memanfaatkan ilmu bantu tersebut. Dan ilmu-ilmu tersebut juga diperlukan untuk mengaktualkan ajaran Islam dan menjawab berbagai problem sosial yang dihadapi ummat.

Alumni Jurusan Tafsir dan Hadis harus mampu untuk memberdayakan berbagai metode dan pendekatan untuk mengkaji Islam secara komprehensif dan integral.[3] Karena pemberdayaan tersebut memungkinkan alumni Jurusan Tafsir dan Hadis memperoleh makna universalitas ajaran Islam yang substantif dan memiliki wawasan yang komprehensif dan integral tentang ajaran Islam serta memiliki kemampuan untuk mengembangkannya, sehingga mampu menjawab berbagai masalah dalam kehidupan sosial.

3. Memiliki Sikap Ilmiah dan Profesional

Dari segi sikap ilmiah, alumni Jurusan Tafsir dan Hadis senantiasa menjunjung sikap ilmiah – rasional, kritis dan obyektif – untuk memperoleh hakikat kebenaran. Sikap ilmiah tersebut tercermin dalam sikapnya terhadap objek kajiannya – baik agama(nya) maupun lainnya – berdasarkan prosedur yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Disamping itu alumni juga bersikap seimbang dan terbuka terhadap segala kemungkinan interpretasi dan penilaian, sehingga dia tidak apolegitis dan polemis.

Dengan etos keilmuan yang kuat dan mendalam, alumni menyadari bahwa ilmu disamping berguna untuk memenuhi kebutuhan praktis dan menjawab persoalan tertentu juga bagian dari pandangan hidup seorang muslim. Sehingga dia dapat melihat hubungan organik antara ilmu dengan iman. Ini penting, dan diperlukan dalam pengembangan ilmu dalam Islam, agar tidak tedapat ambivalensi dalam menyikapi perkembangan ilmu modern – antara Islam dengan ilmu alam dan Islam dengan Ilmu sosial – sehingga dia dapat mengembangkan ilmu dan teknologi untuk menghadapi berbagai tantangan zaman dan meresponnya, dengan mendeteksi gejala perkembangan sosial kemudia memahami kecendrungan dasar yang melandasi dan melatar belakanginya dan menyelesaikannya.

Dari segi profesionalisme, alumni Jurusan Tafsir dan Hadis :

1. Memiliki

a. Kemampuan melaksanakan pekerjaan secara efektif dan efisien;

b. Memiliki komitmen atas kualitas hasil pekerjaan.

2. Mengerjakan setiap pekerjaan yang sesuai dengan bidang keahliannya dengan menggunakan metode atau cara yang tepat dan dengan pemanfaatan waktu semaksimal mungkin.

3. Memperhatika kualitas pekerjaannya dengan cara bekerja yang sungguh-sungguh dan teliti.

4. Memiliki rasa tanggung jawab (responsibility) dan penuh perhitungan (acountability) terhadap setiap hasil pekerjaan yang telah dihasilkan.

Sikap profesional diatas didasari oleh ajaran Islam bahwa dalam menjalani hidup ini, setiap muslim menjalaninya dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT semata. Jadi, “bekerja” – cara terbaik untuk mendapatkan potensi dan prestise –, disamping merupakan pemenuhan kebutuhan hidup juga merupakan panggilan dan keharusan agama (Q.S. 53: 39).

4. Terampil Berbahasa Indonesia, Arab dan Inggris

Alumni Jurusan Tafsir dan Hadis mampu menyajikan isi fikiran dalam tiga bahasa – Indonesia, Arab dan Inggris – secara sistematis dan mudah dipahami baik lisan maupun tulisan. Penyajian tersebut dilakukan dengan baik dan benar karena dia memiliki empat keterampilan berbicara (kalam: conversation), membaca (qira’ah: reading), menulis (kitabah: writing) dan mendengar (istima’: listening).

Bahasa Arab merupakan alat pokok untuk mengkaji Islam, mengingat sebagian besar sumber ilmu dan literatur tentang Islam menggunakan bahasa Arab. Untuk memahami makna yang terkandung dalam al-Qur’an dan al-Sunnah diperlukan penguasaan bahasa Arab secara mutlak. Jika tidak, maka makna yang terkandung dalam ajaran Islam tersebut akan tereduksi sehingga pemahaman yang komprehensif dan integral mengenai sumber ajaran Islam sulit diperoleh.

Bahasa Inggris merupakan bahasa yang banyak digunakan oleh masyarakat dunia. Kemajuan berbagai ilmu sering dikomunikasikannya dengan menggunakannya. Jadi, untuk mengikuti perkembangan ilmu mau tidak mau seseorang harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris.



[1] Al-lu’lu’ wa al-Marjan, Hadis Nomor ….

[2] Komprehensif berarti “1. Bersifat mampu menangkap (menerima) dengan baik; 2. Luas dan Lengkap (tentang ruang lingkup atau isi); 3. Mempunyai dan memperlihatkan wawasan yang luas. (Tim Penyusun, 1995 : 517).

[3] Integral berarti “1. Mengenai keseluruhannya; meliputi seluruh bagian yang perlu menjadikan lengkap; utuh; bulat; sempurna; 2. Tidak terpisahkan; terpadu. (Tim Penyusun, 1995: 383).




….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: